Monday, August 24, 2015

Jenazah Sahabat Nabi Diziarahi Banyak Malaikat



Begitu banyak hal yang luar biasa didalam diri para sahabat Nabi. Baik dari segi ketaatan dalam beribadah dan kecintaan kepada Allah dan Rasulnya. Sehingga Allah Ta’ala Yang Maha Kuasapun memberikan kedudukan istimewa disisinya. Salah satu sahabat Nabi itu bernama Tsa'labah bin Abdurrahman dari kaum Anshar. Ketika meninggalnya Tsa’labah, jenazahnya diziarahi oleh banyak para malaikat. Sehingga membuat Nabi sulit untuk berjalan karena banyaknya para Malaikat. Subhanallah !! Baca kisah teladannya berikut ini :

Ketika Tsa'labah bin Abdurrahman telah masuk Islam. Dia menjadi sahabat yang setia melayani Rasulullah SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW mengutusnya untuk suatu keperluan. Dalam perjalanannya dia melalui rumah salah seorang dari Anshar, maka terlihat olehnya seorang wanita Anshar yang sedang mandi.

Dia takut akan turun wahyu kepada Rasulullah SAW menyangkut perbuatannya itu. Dikarenakan rasa takutnya yang begitu dalam, ia memutuskan untuk pergi kabur. Dia menuju ke sebuah gunung yang berada di antara Mekkah dan Madinah dan terus mendakinya. Selama empat puluh hari Rasulullah SAW kehilangan dia.

Lalu Jibril AS turun kepada Nabi SAW dan berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, "Sesungguhnya seorang laki-laki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku."

Maka Nabi SAW berkata, "Wahai Umar dan Salman! Pergilah cari Tsa'laba bin Aburrahman, lalu bawa kemari." Keduanya pun lalu pergi menyusuri perbukitan Madinah. Dalam pencariannya itu mereka bertemu dengan salah seorang penggembala Madinah yang bernama Dzufafah.

Umar bertanya kepadanya, "Apakah engkau tahu seorang pemuda di antara perbukitan ini?" Penggembala itu menjawab, "Jangan-jangan yang engkau maksud seorang laki-laki yang lari dari neraka Jahanam?" "Bagaimana engkau tahu bahwa dia lari dari neraka Jahanam?" tanya Umar. Dzaufafah menjawab, "karena, apabila malam telah tiba, dia keluar kepada kami dari perbukitan ini dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, "Mengapa tidak cabut saja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti keputusan!" "Ya, dialah yang kami maksud," tegas Umar.

Akhirnya mereka bertiga pergi bersama-sama. Ketika malam menjelang, keluarlah dia dari antara perbukitan itu dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, "Wahai, seandainya saja Engkau cabut nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menanti-nanti keputusan!" Lalu Umar menghampirinya dan mendekapnya.

Tsa'labah berkata, "Wahai Umar! Apakah Rasulullah telah mengetahui dosaku?" "Aku tidak tahu, yang jelas kemarin beliau menyebut-nyebut namamu lalu mengutus aku dan Salman untuk mencarimu." Tsa'labah berkata, "Wahai Umar! Jangan kau bawa aku menghadap beliau kecuali dia dalam keadaan sholat"

Ketika mereka menemukan Rasulullah SAW tengah melakukan sholat, Umar dan Salman segera mengisi shaf. Tatkala Tsa'labah mendengar bacaan Nabi saw, dia tersungkur pingsan. Setelah Nabi mengucapkan salam, beliau bersabda, "Wahai Umar! Salman! Apakah yang telah kau lakukan Tsa'labah?"

Keduanya menjawab, "Ini dia, wahai Rasulullah saw!" Maka Rasulullah berdiri dan menggerak-gerakkan Tsa'labah yang membuatnya tersadar. Rasulullah SAW berkata kepadanya, "Mengapa engkau menghilang dariku?" Tsa'labah menjawab, "Dosaku, ya Rasulullah!" Beliau mengatakan, "Bukankah telah kuajarkan kepadamu suatu ayat yang dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan?" "Benar, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW bersabda, "Katakan Ya Tuhan kami, berilah kami sebahagian di dunia dan di akhirat serta peliharalah kami dari azab neraka." (QS Al-Baqarah:201)

Tsa'labah berkata, "Dosaku, wahai Rasulullah, sangat besar." Beliau bersabda,"Akan tetapi kalamullah lebih besar." Kemudian Rasulullah menyusul agar pulang ke rumahnya. Di rumah dia jatuh sakit selama delapan hari. Mendengar Tsa'labah sakit, Salman pun datang menghadap Rasulullah SAW lalu berkata, "Wahai Rasulullah! Masihkah engkau mengingat Tsa'labah? Dia sekarang sedang sakit keras." Maka Rasulullah SAW datang menemuinya dan meletakkan kepala Tsa'labah di atas pangkuan beliau.

Akan tetapi Tsa'labah menyingkirkan kepalanya dari pangkuan beliau. "Mengapa engkau singkirkan kepalamu dari pangkuanku?" tanya Rasulullah SAW. "Karena penuh dengan dosa." Jawabnya. Beliau bertanya lagi, "Bagaimana yang engkau rasakan?" "Seperti dikerubuti semut pada tulang, daging, dan kulitku." Jawab Tsa'labah. Beliau bertanya, "Apa yang kau inginkan?" "Ampunan Tuhanku," Jawabnya. Maka turunlah Jibril as. dan berkata, "Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu mengucapkan salam untukmu dan berfirman kepadamu, "Kalau saja hamba-Ku ini menemui Aku dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, niscaya Aku akan temui dia dengan ampunan sepenuh itu pula." Maka segera Rasulullah SAW memberitahukan hal itu kepadanya. Mendengar berita itu, terpekiklah Tsa'labah dan langsung ia meninggal.

Lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar Tsa'labah segera dimandikan dan dikafani. Ketika telah selesai disholatkan, Rasulullah SAW berjalan sambil berjingkat-jingkat. Setelah selesai pemakamannya, para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah! Kami lihat engkau berjalan sambil berjingkat-jingkat." Beliau bersabda, "Demi Zat yang telah mengutus aku sebagai seorang nabi yang sebenarnya! karena, banyaknya malaikat yang turut menziarahi Tsa'labah."

Masya Allah tingginya derajat seorang sahabat ini, hingga ia diziarahi oleh banyaknya para malaikat. Semoga kisah yang Inspiratif ini memberikan pencerahan iman kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Kholik.  

Sunday, August 23, 2015

Inilah Sahabat Nabi Bisa mendengar Siksa Kubur



Alam kubur adalah alam ghaib yang tidak semua makhluk yang bisa mendengar keadaannya.  Didalam hadits dikatakan bahwa para jin dan manusia tidak bisa mendengar siksa kubur. Kecuali para binatang. Karena ada hadist Nabi yang menyatakan yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda “Yahudi di adzab dikuburannya dengan adzab yang dapat didengar oleh binatang ternak". Namun seorang sahabat Nabi yang satu ini tergolong istimewa. Padahal beliau tidak termasuk sahabat yang mashur dikalangan sahabat. Dialah Ya’la bin Marrah sahabat nabi yang bisa mendengar siksa kubur.

Beliau bisa mendengar jeritan dan siksa kubur yang begitu dahsyatnya, padahal binatang aja kalo diletakkan disamping kuburan orang yang baru meninggal, binatang itu bisa njingkrak-ngjingkrak ketakutan. Bahkan bisa gila.

Namun yang pasti Hanya orang-orang tertentu sajalah yang diberi kelebihan oleh Allah SWT untuk mendengar siksa kubur. Salah satunya adalah sahabat Nabi yang sangat saleh dan setia ini, yaitu Ya’la bin Marrah.

Ya’la bin Marrah adalah sosok sahabat Rasul SAW yang taat beribadah, zuhud terhadap dunia seperti para sahabat yang lainnya. Dan selalu istiqomah dalam menjalankan ibadah. Selain itu Ya’la sangat setia kepada Allah SAW dan RasulNya. Ya’la Mendengar Siksa Kubur.

Suatu ketika Ya’la mendampingi Rasulullah SAW dalam bepergian. Dia berjalan bersama Rasulullah SAW melintasi area pemakaman. Saat itulah Ya’la mendengar suara kesakitan dari area pemakaman. Pada awalnya beliau menahan dirinya untuk tidak menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW yang berada di sampingnya. Namun, karena penasaran yang amat sangat, dia pun angkat bicara.

“Ya Rasulullah, aku mendengar rintihan kesakitan dari alam kubur,”
kata Ya’la.
“Apakah engkau juga bisa mendengarnya wahai Ya’la?”
tanya Rasulullah SAW.  
“Benar, ya Rasulullah,” jawab Ya’la.

Hal ini ditanyakan Rasulullah kepada Ya’la, karena tak semua semua orang mampu mendengarnya, termasuk sahabatnya yang lain. Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Sesungguhnya ia sedang disiksa karena hal yang sepele.”

Mendengar perkataan Rasulullah SAW tersebut, Ya’la menjadi semakin penasaran. Dia pun menanyakan apa penyebab orang tersebut disiksa sangat pedih hingga dia mampu mendengar jeritan itu.

“Ya Rasulullah, apa hal sepele itu?” tanya Ya’la.
“Adu domba dan kencing,” jawab Rasulullah SAW.

Itulah kisah yang tentang sahabat nabi yang bernama Ya’la bin Marrah yang bisa mendengar suara Siksa Kubur. Kisah ini adalah riwayat Imam Baihaqi.
Semoga kisah ini mengingatkan kita untuk lebih mendekatkan diri Kepada Allah SWT. Dan berupaya untuk menjauhi dua perkara tersebut, yang membuat celaka di alam kubur.

Friday, August 21, 2015

Malaikat Maut ditampar Nabi Musa Hingga Buta



Kisah ini adalah berasal dari cerita Nabiyang diriwayatkan oleh sahabat nabi yang bernama Abu Hurairah RA. Bahwa pernah seorang malaikat mau datang menemui Nabi Musa Kala itu. Dalam kisah ini, nabi mengatakan malaikat maut ditampar nabi musa hingga matanya terlepas (buta). Padahal Malaikat yang datang adalah malaikat maut yang ingin mencabut nyawa beliau. Untuk lebih jelasnya simak cerita nabi berikut ini :

Telah bersabda Rasulullahi SAW : “ Nabi Musa ‘alaihi sallam dulu pernah di datangi malaikat maut, lalu berkata kepada nya: “Penuhi panggilan Rabbmu”. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan: “Maka Musa ‘alihi sallam memukul mata malaikat maut tadi, sampai terlepas (buta). Akhirnya malaikat tersebut kembali menghadap Allah Azza wa jalla, lalu mengadu kepada -Nya, seraya mengatakan: “Sesungguhnya Engkau telah mengutus hamba kepada seseorang yang belum ingin meninggal, dan ia telah memukul mataku”. Kemudian Allah Shubhanahu wa ta’alla mengembalikan matanya.

Lalu berfirman kepadanya: “Kembalilah kamu kepada hamba -Ku, lantas katakan padanya, kamu ingin hidup? Kalau sekiranya kamu ingin tetap hidup maka letakan kedua tanganmu di atas bulu sapi jantan, apa yang tertutupi oleh tanganmu, maka satu helai sama dengan hidupmu satu tahun”.

Kemudain ia kembali kepada Musa, lalu mengatakan seperti yang diperintahkan oleh Allah Shubhanahu wa ta’alla, Musa bertanya: “Setelah itu apa?, Malaikat tersebut menjawab: “Setelah itu kamu mati!. Musa mengatakan: “Bahkan sekarang, Ya Allah, matikanlah diriku di tempat yang suci dekat dengan bebatuan”.

Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Demi Allah, kalau sekiranya saya berada di sisinya, tentu akan saya beritahu kalian kuburannya yang berada di sisi jalan di tumpukan bukit berpasir yang berwarna merah”.

Hadits riwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Semoga kisah yang diceritakan Nabi ini memberikan ketugahan Iman kepada kita. Untuk lebih mendekatkan diri kepadanya Insya Allah..!! (rikono)

Nabi Ditemui Dua Malaikat dalam Mimpi



Kisah Inpiratif Islam – Pada Malam itu Rasulullah SAW ditemui oleh dua orang Malaikat didalam mimpinya. Rasulullah melihat pemandangan yang begitu mengerikan dan begitu indah. Tampak kedua pemandangan itu sesuatu yang belum pernah dilihat oleh Rasul sebelumnya. Semoga kisah ini memberikan inspiratif dalam kehidupan kita untuk selalu taat kepada Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Berikut kisahnya :

Rasulullah Saw seringkali berkata kepada kami para sahabatnya, "apakah diantara kalian ada yang bermimpi? kemudian beliau nabi Saw menceritakan apa yang ingin beliau ceritakan. pada suatu pagi beliau Saw menceritakan kepada kami dengan sabdanya, "suatu malam, ada orang mendatangiku. keduanya diutus oleh Allah. keduanya berkata kepadaku, 'ayolah!'

aku kemudian pergi bersama dengan keduanya. kami mendatangi seseorang yang sedang berbaring, sedangkan seorang yang lain berdiri dengan membawa sebongkah batu. orang yang berdiri tersebut menjatuhkan batu tersebut diatas kepala orang yang berbaring, sehingga kepalaya terpecah. batu pun berserakan kesana kemari. belum selesai orang yang berdiri memunguti batu tersebut, kepala orang yang berbaring telah kembali seperti sedia kala. kemudian orang yang berdiri kembali melakukan seperti apa yang telah dilakukannya pertama kali. Begitulah selalu berulang-ulang.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku,
“Mahasuci Allah, siapa mereka itu?
Mereka pun hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan terus!'

kemudian kami pun pergi. kami mendatangi seseorang berbaring dengan bertumpu pada kepala belakangnya. sedangkan seorang yang lain berdiri didekatnya dengan membawa besi bengkok yang biasa untuk mengorek api. kemudian dia mendatangi orang yang berbaring tersebut dan merobek sisi pipinya sampai kepala belakangnya, dari hidung hingga kepala belakangnya, dan dari mata hingga kepala belakangnya.

kemudian dia berpindah dari sisi yang dari wajah orang yang berbaring tersebut dan melakukan apa yang sudah dilakukannya di sisi lain dari wajah orang tersebut. belum selesai orang tersebut merobek sisi yan lain, sisi satunya sudah kembali seperti sedia kala. kemudian dia kembali melakukan apa yang telah dilakukannya pertama kali.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku,
“Mahasuci Allah, siapa mereka itu?
Mereka pun hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan Terus!'
kami pun pergi, lalu menemukan seperti dapur tungku api
'didalam tungku tersebut terdapat suara gaduh dan gemuruh'.
"Nabi Saw melanjutkan kisahnya, "kami pun melihat apa isinya dan ternyata banyak laki-laki dan perempuan yang telanjang. Lidah api melalap mereka mulai dari bagian bawah mereka. ketika lidah api melalap, maka mereka pun menjerit-jerit.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku, 'Siapa mereka itu'? Mereka hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan Terus !' kami pun kemudian pergi, lalu kami menemukan sebuah sungai. " sungai tersebut seperti darah.
"Di Sungai tersebut ada seseorang yang sedang berenang mengumpulkan banyak bebatuan disisinya. perenang tersebut berenang seperti biasa, lalu dia mendatangi orang yang sedang mengumpulkan bebatuan tersebut.  Dia membuka mulutnya dengan batu. kemudian dia kembali berenang dan kembali ke tepi dekat orang yang mengumpulkan bebatuan. ketika dia telah tiba disana, maka dia membuka mulutnya dan orang yang berada ditepi sungai melempari mulutnya dengan batu.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku, 'Mahasuci Allah, siapa mereka itu? Mereka pun hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan terus !'

kami pun bertemu dengan seseorang yang berparas jelek, seperti paras jelek yang pernah kamu lihat pada seorang laki-laki ataupun perempuan. dia menyalakan dan membesarkan api yang ada sekelilingnnya.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku, 'Mahasuci Allah, siapa mereka itu? Mereka pun hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan Terus !' kami pun kemudian pergi dan menemukan sebuah taman hitam yang dipenuhi dengan beragam warna yang ada dimusim semi. diujung taman, ada seorang laki-laki tinggi yang aku tidak dapat melihat kepalanya karena tingginya menjulang kelangit. sedangkan disekelilingnya ada anak-anak yang jumlahnya sangat banyak yang belum pernah aku lihat.

Aku pun bertanya kepada kedua orang yang menemaniku,
'Mahasuci Allah, siapa mereka itu?
Mereka pun hanya menjawab, 'Ayolah! Jalan Terus !'
kami pun kemudian pergi dan sampai disebuah taman yang besar dan aku sendiri tidak pernah melihat taman sebesar dan sebagus ini. mereka berdua berkata kepadaku, 'masuklah!' Aku pun kemudian masuk kedalamnya. kami semua kemudian masuk kedalam kebun tersebut dan  sampai ke kota yang dibangun dari susu emas dan susu perak.

ketika kami sampai digerbang kota tersebut, kami pun meminta untuk dibukakan pintu, dan pintu pun dibukakan untuk kami. kami kemudian masuk kedalam kota tersebut dan kami bertemu dengan banyak orang sebagian dari mereka berparas bagus, sebagus apa yang pernah kamu lihat. sedangkan sebagian yang lain berparas jelek, sejelek yang pernah kalian lihat. Kedua orang yang menemaniku berkata kepada mereka, 'pergilah dan masuklah kedalam sungai itu. 'sungai tersebut mengalir melintang, sedangkan airnya putih dan murni. mereka pun kemudian pergi dan mencebur kedalam sungai. kemudian mereka kembali menuju kami dan telah lenyap bagian jelek yang ada pada mereka, sehingga diri mereka menjadi sangat elok.

Mereka berdua kemudian menjelaskan kepadaku, 'ini adalah surga 'Adn dan akan menjadi tempat tinggalmu. ' Aku pun mendongakkan pandanganku keatas. ada sebuah istana seperti awan putih. Mereka berdua berkata, 'ini akan menjadi tempat tinggalmu.' Aku pun menjawab, 'Semoga Allah memberkahi kalian berdua, biarkan aku memasukinya. ' mereka menjawab, untuk sekarang belum waktunya kamu menjadi penghuninya.'

Aku pun berkata kepada mereka berdua, 'sejak tadi malam aku melihat hal yang aneh, apa yang telah aku lihat itu?' mereka menjawab, 'kami akan memberitahumu [hal tersebut]. orang pertama yang yang kamu temui yang menjatuhkan batu ke kepalanya adalah orang yang mengambil [belajar] Al-Qur' an, namun menolaknya dan tidur [meninggalkan] shalat wajib. orang yang kamu temui sedang menyobek pipinya sampai kepala belakangnya dan hidung sampai kepala belakang dan mata sampai kepala belakang adalah orang yang sejak pagi-pagi hari meninggalkan rumahnya membuat kebohongan, sehingga memenuhi cakrawala [karena banyaknya]. Laki-laki dan perempuan yang sangat banyak berada di bangunan seperti tungku api adalah mereka para penzina.Sedangkan orang yang kamu temui sedang berenang di sungai dan dilempari bebatuan adalah yang memakan riba.

Orang yang parasnya jelek dan menyalakan api di sekelilingnya adalah malaikat penjaga jahannam. sedangkan seorang laki-laki yang tinggi berada disebuah taman itu adalah Nabi Ibrahim As. lalu, anak-anak yang berada di sekelilingnya adalah semua anak yang dilahirkan dan meninggal dunia, sehingga dalam keadaan suci (fitrah).

Kemudian salah seorang Sahabat Nabi SAW bertanya, " Wahai Rasulullah, bagaimana dengan anak-anak orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrik)?" Rasulullah SAW menjawab, demikian juga anak-anak orang-orang yang menyekutukan Allah."

"Sedangkan orang-orang yang sebagian diri mereka bagus dan sebagian yang lain jelek adalah ornag-orang yang mencampuradukkan antara perbuatan baik dan buruk. Allah memberikan ampunan terhadap mereka. " (Hr. Bukhari)
(Ridwan Bakri/ rumahilmuagama)